JAKARTA, 5 Mei 2026 – Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia (PPKB FIB UI) menunjukkan komitmen nyatanya terhadap pelestarian budaya nasional dengan menghadiri acara “Lengger: Tradisi, Tubuh dan Tafsir“. Delegasi PPKB FIB UI yang dipimpin langsung oleh Kepala PPKB, Dr. Ahmad Fahrurodji, S.S., M.A., beserta jajaran peneliti muda (junior researcher), hadir dalam helatan yang berlangsung di Bentara Budaya Jakarta pada Selasa, 5 Mei 2026.
Acara yang diselenggarakan oleh Borobudur Writers & Cultural Festival (BWCF) Society bekerja sama dengan Bentara Budaya ini merupakan bagian dari peringatan Hari Tari Dunia 2026. Kegiatan ini menggabungkan pertunjukan seni dengan diskusi publik yang mengeksplorasi posisi Lengger Banyumas dalam konteks modern.
Dukungan terhadap Riset dan Pelestarian Budaya Kehadiran tim PPKB FIB UI dalam forum ini bertujuan untuk mendalami dinamika kebudayaan, di mana tradisi seperti Lengger tidak lagi sekadar dijalani sebagai ritus agraris, melainkan mulai dikategorikan dan direpresentasikan dalam bahasa modern. Dr. Ahmad Fahrurodji beserta para peneliti muda memberikan perhatian khusus pada bagaimana tubuh menjadi ruang negosiasi makna dan bagaimana tafsir budaya dibentuk oleh berbagai aktor, termasuk akademisi.

“Lengger Banyumas selama ini dikenal sebagai praktik budaya yang hidup dalam konteks ritus, relasi sosial, dan lanskap agraris, yang mencerminkan harmoni dengan alam serta nilai-nilai komunal,” sebagaimana dijelaskan dalam materi diskusi. PPKB FIB UI memandang pentingnya keterlibatan akademisi dalam memahami kemunculan istilah lengger lanang sebagai medan pertemuan antara tradisi, identitas, dan politik kebudayaan.
Sinergi Lintas Sektoral Dalam acara tersebut, tim PPKB FIB UI berkesempatan menyimak paparan dari narasumber lintas perspektif, antara lain Riyanto (seniman lengger dan koreografer kontemporer), Joned Suryatmoko (peneliti seni pertunjukan), serta Purnawan Andra (penulis), dengan moderasi oleh jurnalis Seno Joko Suyono.
Melalui partisipasi ini, PPKB FIB UI berharap dapat terus mendorong ruang dialog kritis dan kesadaran reflektif mengenai bagaimana tradisi dipahami dan direpresentasikan dalam kehidupan kontemporer. Dukungan PPKB FIB UI ini sejalan dengan misi institusi untuk memastikan bahwa pelestarian tradisi tetap menjadi sesuatu yang hidup dan relevan, bukan sekadar komoditas yang disederhanakan.
Kegiatan ini juga didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Cilacap, dan pihak terkait lainnya, yang menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga penelitian, pemerintah, dan pelaku seni dalam menjaga keberlangsungan budaya Indonesia.

