Menelusuri Jejak Sejarah PPKB FIB UI: Dari Ruang Sederhana Hingga Pusat Kajian Multidisipliner

Prof. Dr. R. Cecep Eka Permana

Depok, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI — Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya (PPKB) Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia telah berkontribusi secara signifikan dalam pengembangan kajian sosial dan budaya multidisipliner sejak didirikan pada tahun 1987. Berawal dari unit kecil di bawah Rektorat UI, PPKB tumbuh menjadi pusat penelitian yang aktif dalam riset terapan, pelatihan akademik, serta penerbitan ilmiah.

Dalam wawancara bersama Prof. Dr. R. Cecep Eka Permana, akademisi yang terlibat langsung dalam pengembangan PPKB sejak awal 1990-an, terungkap dinamika perjalanan lembaga ini dalam membangun jejaring riset lintas fakultas dan institusi.

“PPKB berdiri sekitar tahun 1987 dan awalnya berkantor di Rektorat UI bersama pusat-pusat penelitian lain. Walaupun fasilitas sederhana, semangat membangun kegiatan penelitian sudah sangat kuat sejak awal,” ujar Prof. Cecep.

Peran PPKB dalam Penelitian, Pelatihan, dan Penerbitan Ilmiah

Sejak masa awal, PPKB menjalankan tiga fungsi utama, yaitu penelitian, pelatihan akademik, dan penerbitan ilmiah. Dalam bidang penelitian, PPKB aktif bekerja sama dengan berbagai departemen pemerintah, salah satunya Departemen Transmigrasi. Melalui kerja sama ini, PPKB melakukan penelitian lapangan terkait konflik sosial antara masyarakat lokal dan pendatang di kawasan transmigrasi.

Selain itu, PPKB juga banyak terlibat dalam kajian permasalahan sosial di wilayah perkotaan, seperti tawuran pelajar, kondisi panti jompo, hingga studi sosial di lembaga pemasyarakatan.

“Kami sering turun langsung ke lapangan untuk memahami persoalan masyarakat dan mencari solusi bersama,” ungkap Prof. Cecep.

Di bidang pelatihan, PPKB secara rutin menyelenggarakan workshop bagi dosen dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Materi yang diberikan meliputi metodologi penelitian, semiotika budaya, serta penulisan karya ilmiah. Pelatihan ini biasanya berlangsung selama beberapa hari secara intensif dan menjadi ruang transfer pengetahuan antar akademisi.

Hasil penelitian dan pelatihan tersebut kemudian diterbitkan dalam bentuk buku-buku ilmiah ber-ISBN. Salah satu karya yang lahir dari kegiatan PPKB adalah buku Semiotika Budaya, yang hingga kini masih digunakan sebagai referensi akademik.

“Dulu proses penerbitan masih manual, tetapi kami berusaha agar setiap hasil kegiatan bisa terdokumentasi dalam bentuk buku,” kata Prof. Cecep.

Buku Semiotika Budaya dari PPKB FIB UI
Prof. Dr. R. Cecep Eka Permana menunjukkan buku Semiotika Budaya hasil kegiatan penelitian dan pelatihan PPKB, suntingan T. Christomi dan Untung Yuwono (PPKB FIB UI/Marno)

Transformasi Kelembagaan dan Tantangan Masa Kini

Seiring perubahan tata kelola universitas pada era Badan Hukum Negara (BHN), pusat-pusat penelitian yang sebelumnya berada di bawah Rektorat UI dialihkan ke fakultas masing-masing. PPKB kemudian ditempatkan di bawah Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.

Meski mengalami perubahan struktural, aktivitas penelitian dan pengembangan program PPKB tetap berjalan hingga saat ini. PPKB terus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, terutama menghadapi dampak digitalisasi terhadap masyarakat dan budaya.

“Sekarang isu seperti digital humanities, AI, dan perubahan perilaku sosial akibat teknologi sangat relevan untuk dikaji,” ujar Prof. Cecep.

Harapan untuk Masa Depan PPKB FIB UI

Prof. Cecep berharap PPKB dapat terus memperkuat peran sebagai pusat riset sosial-budaya yang responsif terhadap perubahan zaman. Selain meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah, PPKB juga diharapkan menjadi ruang pembinaan akademik bagi dosen dan peneliti muda.

“PPKB dulu sangat membantu perkembangan karier akademik saya. Semoga PPKB sekarang juga bisa menjadi tempat belajar, berjejaring, dan berkembang bagi generasi muda,” tuturnya.

Sebagai pusat penelitian yang telah berusia lebih dari tiga dekade, PPKB FIB UI memiliki fondasi kuat dalam tradisi riset multidisipliner dan kolaborasi akademik. Dengan terus beradaptasi terhadap tantangan sosial dan teknologi, PPKB diharapkan dapat mempertahankan perannya sebagai salah satu motor penggerak kajian kemasyarakatan dan budaya di Universitas Indonesia.

About the author

Admin website di bawah Koordinasi Bidang IT, Digitalisasi & Dokumentasi PPKB FIB UI.

Leave a Reply