Peneliti UI Dorong Situs Gunung Padang Jadi Warisan Budaya Dunia

Arkeolog UI, Ali Akbar, dan tim saat ini tengah merancang dokumen untuk mengusulkan Situs Gunung Padang sebagai warisan budaya dunia. Berdasarkan penelitian yang ia lakukan, serta merujuk pada penelitian-penelitian yang dilakukan para peneliti sebelumnya, Situs Gunung Padang termasuk ke dalam karya jenius kreatif manusia yang sesuai dengan standar UNESCO.

Untuk bisa diajukan ke UNESCO, sebuah situs harus memiliki nilai-nilai universal yang luar biasa, dan SItus Gunung Padang sudah memenuhi hal ini. Hasil penelitian yang dilakukan di Situs Gunung Padang membuktikan bahwa ada sebuah bangunan yang luar biasa yang dibangun oleh bangsa Indonesia ribuan tahun sebelum masehi.

“Bangsa Indonesia sudah punya peradaban yang cukup tinggi dan cukup tua dibandingkan peradaban lain yang ada di dunia,” kata Ali Akbar pada Seminar “Situs Gunung Padang Menuju Warisan Budaya”, Kamis (19/7/2018) di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Kampus UI Depok.

Mendapat dukungan dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) UI dan berdiskusi dengan sejumlah pihak, ia sekaligus ingin membuktikan bahwa pada masanya bangsa Indonesia sudah berhasil membuat bangunan yang spektakuler.

“Menurut saya ini untuk bukti kemanusiaan,” lanjutnya.

Pada 2012, Ali Akbar dan tim yang terdiri dari para peneliti lintas disiplin ilmu melakukan penelitian di Situs Gunung Padang dengan menggunakan sejumlah metode dan teknik, seperti citra satelit, georadar, geoelektrik, pengeboran, dan analisis karbon.

Hasil penelitian pada sampel pertama yang diambil dari teras 2 pada kedalaman 3,5 meter menunjukkan bahwa lapisan karbon di sana berasal dari 5.500 tahun Sebelum Masehi (SM). Selain itu, dengan luas 15 hektar, Situs Gunung Padang ditemukan memiliki luas 10 kali Candi Borobudur, serta 3 kali lebih tinggi dari Candi Borobudur.

Ali Akbar dan tim kemudian menyimpulkan bahwa masyarakat pada saat itu telah mengenal teknologi pemilahan, penyusunan, dan penguatan bangunan. Masyarakat masa itu dinilai juga telah memiliki pengetahuan serta manajemen kerja yang efektif.

Sumber : ui.ac.id

About the author

Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya (PPKB) didirikan pada tahun 1986. Pada awalnya lembaga ini merupakan bagian dari Lembaga Penelitian Universitas Indonesia (LPUI) yang pembentukannya terkait dengan kewajiban universitas memenuhi Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 5 tahun 1980, tentang Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu melaksanakan pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Setelah terbit SK Rektor pada November 2005 mengenai likuidasi LPUI, pengelolaan pusat-pusat penelitian yang semula berada di bawahnya diserahkan pada fakultas terkait. dengan demikian, sejak 2006 PPKB resmi dikelola oleh Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia ( FIB UI) dengan Dr. Anggadewi Moesono sebagai kepala hingga tahun 2008 dilanjutkan oleh Dr. Magdalia Alfian dari tahun 2008 - 2011, dilanjutkan oleh Prof. Dr. Titik Pudjiastuti dari tahun 2012 - 2014, dilanjutkan oleh Dr. Kushartanti dari 2014 - sekarang.