Menelusuri Peninggalan Purbakala di Situs Batujaya Karawang

Masyarakat Kecamatan Batujaya mungkin tak pernah menyangka bahwa di area persawahan mereka ditemukan peninggalan purbakala dari Kerajaan Tarumanegara. Tepatnya tahun 1984, tim arkeologi Fakultas Sastra Universitas Indonesia yang dipimpin oleh Hasan Djafar melakukan penelitian untuk menemukan bangunan bersejarah di sana.

Dalam rangka menyusun program Heritage Education yang akan dikelola oleh Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya (PPKB) FIB UI, Dekan FIB UI Dr. Adrianus L.G. Waworuntu, beserta  Manajer Umum dan Fasilitas Dr. Prapto Yuwono, dan Kepala Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya (PPKB) Dr. Ali Akbar beserta tim melakukan survei ke Situs Batujaya.

Heritage Education merupakan program unggulan yang digagas oleh PPKB. Program ini bertujuan untuk  mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat luas lewat berbagai kegiatan menarik. Program ini dapat diikuti oleh pelajar, mahasiswa, peneliti, ataupun komunitas yang tertarik dengan hal sejarah dan budaya. Bersama para ahli budaya dari FIB UI, peserta program Heritage Budaya Situs Batujaya akan memeroleh banyak pengetahuan dan merasakan langsung pengalaman berada di lokasi-lokasi bersejarah seperti Jakarta, Karawang, dan Cirebon.

Setiap peserta akan mendapatkan sertifikat dari PPKB FIB UI. Untuk para peneliti, tersedia Program Workshop Budaya yang memadukan teori metodologi penelitian dengan situs sejarah ataupun budaya di lapangan yang sesungguhnya.

Situs Batujaya merupakan situs percandian yang berlatar agama Budha. Hasil analisis radiometri carbon C-14 diketahui bangunan candi tersebut berasal dari abad ke-2 Masehi dan merupakan candi termuda termuda di abad ke-12 Masehi. Dari beberapa penelitian yang dilakukan UI dan lembaga-lembaga lainnya, diketahui bahwa terdapat 26 buah situs di wilayah ini. 14 situs di antaranya ditemukan di wilayah Dusun Segaran, Desa Batujaya, Kecamatan Batujaya dan 12 situs lainnya terdapat di wilayah Dusun Telagajaya, Kecamatan Pakisjaya.

Kompleks percandian diperkirakan digunakan selama dua tahap, yakni pada masa antara awal abad ke-5 sampai dengan ke-7 atau semasa kerajaan Tarumanegara. Selanjutnya pada masa abad ke-7 sampai dengan ke-10 masehi.

Sebelum munculnya bangunan suci, diperkirakan telah hidup di wilayah ini manusia prasejarah. Kesinambungan budaya dari masa prasejarah ke masa Hindu-Budha berlanjut ke masa berikutnya, sampai masa kini. Ini dibuktikan dengan hasil analisis temuan pecahan keramik di situs ini yang berasal dari abad ke-3 sampai abad ke-20 Masehi.

Sampai saat ini serangkaian kegiatan telah dilakukan Kawasan Percandian Batujaya yang meliputi kegiatan pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan. Melengkapi penataan kawasan ini, pada 2004 telah didirikan Museum Situs Cagar Budaya sebagai tempat menyimpan, merawat, dan menginformasikan potensi objek wisata budaya di wilayah Karawang.

 

About the author

Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya (PPKB) didirikan pada tahun 1986. Pada awalnya lembaga ini merupakan bagian dari Lembaga Penelitian Universitas Indonesia (LPUI) yang pembentukannya terkait dengan kewajiban universitas memenuhi Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 5 tahun 1980, tentang Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu melaksanakan pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Setelah terbit SK Rektor pada November 2005 mengenai likuidasi LPUI, pengelolaan pusat-pusat penelitian yang semula berada di bawahnya diserahkan pada fakultas terkait. dengan demikian, sejak 2006 PPKB resmi dikelola oleh Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia ( FIB UI) dengan Dr. Anggadewi Moesono sebagai kepala hingga tahun 2008 dilanjutkan oleh Dr. Magdalia Alfian dari tahun 2008 - 2011, dilanjutkan oleh Prof. Dr. Titik Pudjiastuti dari tahun 2012 - 2014, dilanjutkan oleh Dr. Kushartanti dari 2014 - sekarang.