Profil

Sejarah PPKB

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 0130/0/1983 tanggal 3 Maret 1983 tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas Indonesia, didirikan Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya (PPKB) di bawah naungan Lembaga Penelitian Universitas Indonesia.

Pendirian tersebut sebagai tindak lanjut dari Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1980 tentang Pokok-Pokok Organisasi Universitas/Institut Negeri yang antara lain menyatakan bahwa fungsi universitas adalah menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat.

Pada tahun 2005 dilakukan restrukturisasi dan pengelolaan PPKB diserahkan kepada fakultas terkait, yakni Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB). Selama lebih dari 30 tahun, PPKB telah menghasilkan beragam penelitian dan telah bekerja sama dengan banyak pihak baik swasta, lembaga swadaya masyarakat, dan juga pemerintah.

Pada tahun 2016, Rektor Universitas Indonesia membuat Peraturan Nomor 033 tentang Unit Kerja Khusus Penelitian dan Inovasi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian di UI. Menindaklanjuti Peraturan Rektor UI tersebut, maka pada tahun 2018 Dekan FIB UI membuat kebijakan untuk memperkuat PPKB dengan mengintegrasikan beberapa lembaga terkait di tingkat fakultas menjadi satu koordinasi di bawah PPKB.

Upaya ini diharapkan dapat menghasilkan pengetahuan budaya yang lebih komprehensif dalam rangka turut membantu menyelesaikan kompleksitas permasalahan di masyarakat baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

 

Tentang PPKB

Ilmu Pengetahuan Budaya telah berkembang sedemikian rupa beberapa puluh tahun terakhir ini. Para ahli Ilmu Pengetahuan Budaya telah turut menyelesaikan persoalan kemasyarakatan khususnya terkait arkeologi, filsafat, linguistik, perpustakaan dan informasi, sejarah, susastra, dalam suatu wilayah tertentu dan juga antarwilayah.

Seiring dengan waktu, kompleksitas persoalan di masyarakat dengan sendirinya membuat riset tidak hanya dilakukan dengan pendekatan monodisiplin, melainkan juga multidisiplin dan interdisiplin. Oleh karena itu, riset PPKB dilakukan dengan melibatkan ahli dari rumpun ilmu lain yakni sains dan teknologi serta kesehatan dan kodokteran.

Permasalahan di masyarakat pada akhirnya disadari harus diselesaikan pula bersama-sama dengan berbagai pihak terkait, sehingga memerlukan riset dengan pendekatan transdisiplin.

Seiring dengan berkembangnya Revolusi Industri Keempat yang ditandai dengan penetrasi internet sangat tinggi, maka riset harus inovatif dan tidak dapat dilepaskan dari Teknologi Informasi Komunikasi dengan hasil yang bersifat transmedia dan multiplatform.

Fenomena globalisasi juga perlu disikapi dengan menghasilkan riset yang menjelaskan keindonesiaan kepada pihak lain di mancanegara sehingga terjalin pemahaman lintas-budaya yang saling menghargai menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

We usually reply with 24 hours except for weekends. All emails are kept confidential and we do not span in any ways.

Thank you for contacting us :)

Enter a Name

Enter a valid Email

Message cannot be empty